Pemain Persipura Jayapura ini harus absen lebih dari tiga bulan karena mengalami patah tulang fibula atau tulang betis akibat diganjal pemain Hongkong, Koon Pong Luk, pada menit ke-70. Boaz menjalani operasi untuk menyembuhkan cederanya di RS Omni, Jakarta, Sabtu (2/6), dan dirawat di kamar nomor 512.
Dokter timnas dr Zaini menjelaskan, untuk sembuh dari cedera patah tulang fibula, Boaz diperkirakan harus istirahat hingga Piala Asia berakhir. "Kemungkinannya memang Boaz tidak akan bisa memperkuat timnas pada putaran final mendatang," katanya.
Boaz langsung dilarikan dari lapangan ke rumah sakit. Parahnya cedera bisa terlihat dari reaksi para pemain yang mencoba menolong Boaz. Bek M Ridwan terlihat kaget dan tak percaya saat melihat Boaz tergeletak di lapangan dengan kaki patah.
Zaini menambahkan, operasi dilakukan pada pukul 05.30 kemarin oleh spesialis orthopedi, dr Bobby Nelwan. "Operasi membutuhkan waktu sekitar tiga jam dan syukur bisa berlangsung sukses. Untuk menyembuhkan luka operasi sendiri sekitar seminggu, yang lama untuk kesembuhan patah tulangnya," ujar Zaini.
Manajer timnas Andi Darussalam Tabusalla mengeluhkan penanganan Boaz yang kurang profesional di salah satu rumah sakit saat baru tiba dari lapangan pertandingan, sebelum kemudian dipindah ke RS Omni. "Boaz terus mengerang kesakitan. Ternyata, sendi angkel kakinya yang bergeser belum dikembalikan hingga dia kesakitan. Dokter di rumah sakit tersebut takut karena ada tulang yang patah," katanya. (RAY)
Boaz Harus Istirahat Panjang Tiga sampai empat bulan ! inilah kenyataan yang harus diterima oleh bintang masa depan Indonesia Boaz Solossa. Kepastian itu diperoleh usai menjalani operasi di Rumah Sakit Omni Medica Center (OMC) Jakarta. Dengan waktu pemulihan selama itu, otomatis adik kandung pemain Arema Ortizan Solossa ini tidak bisa memperkuat timnas Indonesia di Piala Asia 2007. “ 




